Analisis Public Relations
Nama: Luke Oswald Mataniari Manurung
faatkan media massa sebagai penycbar informasi dengan gas
Namun juga menjadi tantangan. Tantangan-tantangan itu berkziz
dengan faktor-faktor yang menentukan dimuat tidaknya iniorma
dari public relations. Seperti disampaikan di Bab 2, publisitas m
dia termasuk jenis informasi yang diluar kontrol public relatr.
Artinya, dimuat atau tidak serta jcnis isi informasi yang dim.
sepenuhnya wewenang media massa. Menurut saya ada dua lars
penentu publisitas, yaitu:
a. Faktor penulisan materi publisitas (teknik public reldty
writing)
b. Faktor kualitas hubungan media (media-relations)
NIM: 195120200111051
Kelas: Dasar P.R. D-2, Kamis (09.40-12.10)
Soal:
1. Jelaskan mengapa PR harus lebih fokus ke publisitas daripada iklan
2. Iklan yang bagaimana yang mesti dibuat PR? Jelaskan serta contoh
3. Prinsip utama PR adalah tell the truth. Jelaskan dengan contoh kaitan prinsip ini dengan prinsip lainnya bahwa PR based on fact
4. Jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, beserta contoh
5. Jelaskan strategi media relations yang bisa dilakukan PR
Jawab:
1. Berdasarkan buku Public Relations Writing halaman 49-52, secara umum periklanan bertujuan untuk memperkenalkan produk dan perusahaan. periklanan bersifat "one too mass" (satu arah dan nonpersonal), sulit memengaruhi secara personal. iklan juga dinilai mempunyai kredibilitas rendah dibanding publisitas. hal ini disebabkan iklan yang bersifat menjual, dan mengutamakan sifat persuasif agar masyarakat tertarik untuk melakukan pembelian produk. Iklan juga tidak bersifat detail, karena ia tidak dapat menjelaskan produk dengan jelas dan lengkap, karena keterbatasan waktu dan ruang. dalam iklan juga tidak dijelaskan secara detail kelebihan dan kekurangan ataupun kecacatan suatu produk. publisitas bertujuan untuk menjadi sarana memperkenalkan produk dan perusahaan dengan cara mendukung fungsi marketing. ada juga strategi yang menggunakan konsep bercerita. ini kita jumpai dalam iklan "advetorial", "testimoni", dan iklan "adib" di radio. iklan testimoni adalah iklan yang menampilkan seseorang yang bercerita, seperti artis terkenal, tentang pengalamannya mengonsumsi prodyk yang diiklankan. iklan advertorial (adevrtising-editorial/adverti sing informasi) adalah iklan yang berbentuk cerita seperti berita pada umumnya. terkenal publisitas merupakan andalan public relation, namun bukan berarti public relation terbatas hanya pada aktivitas publik. publisitas hanyalah alat yang digunakan public relations untuk mendukug tujuan manajemen.
2. Berdasarkan buku Public Relations Writing, halaman 203, ada 2 jenis iklan, yaitu iklan soft-selling dan hard-selling . Iklan soft-selling adalah iklan yang bertujuan memfokuskan pada kesan umum yang hendak diraih atau menjual citra korporat. Sedangkan iklan hard-selling adalah iklan yang secara langsung menjual produk. Iklan ini ditandai dengan tampilan gambar atau kemasan produk secara jelas serta terdapat kata-kata menjual.
3. Tell the truth berarti membiarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Mengapa? Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembaga
Dengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut..
Adapun kegiatan yang dapat dilakukan, melalui penyampaian informasi yang akurat dan sebenar-benarnya terkait dengan suatu isu atau peristiwa atau kejadian, bahkan kegiatan operasional sehari-hari. Berikan gambaran yang tepat, dan sediakan informasi yang dibutuhkan kepada publik. Dengan demikian, publik mengetahui apa yang terjadi, dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutupi. Kebutuhan mereka akan informasi yang benar terpenuhi, dan hubungan baik antara lembaga dengan publiknya dapat dijaga.
Informasi yang dimaksud, dapat berupa data statistik, dokumentasi atau apapun yang dapat berguna bagi publik luas. Informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada publik, tanpa ditutupi, atau dengan kata lain, sampaikan informasi dengan sejujur mungkin. Untuk mendapatkan dukungan dari publik, karena publik dapat menangkap apabila lembaga melakukan kebohongan. Akibatnya, akan lebih fatal bila publik dapat menemukan kebenaran dari pihak lain, dan bukan dari lembaga itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap lembaga akan luntur, mengarah pada hilangnya dukungan publik kepada lembaga. Hilangnya dukungan publik, akan menimbulkan kesulitan bagi lembaga pada saat harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik.
Kaitannya dengan based on fact adalah, disamping menyampaikan kejujuran sesuai batas, maka harus juga memperhatikan fakta yang ada dan itu merupakan sesuatu yang vital.
4. - Berita Itu Objektif
Objektivitas berita adalah ukuran baik tidaknya sebuah berita
yang sesuai kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua hal, yaitu:
a. Faktualitas, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan
arus
atau opini wartawan. Ciri-ciri scbuah berita yang faktual ialah:
- Berita mengandung kebenaran (truth).
harus dapat dikonfirmasi ulang atau dicck dengan sumber
berita. Bila berita mengandung kebenaran, maka bisa di-
sebut akurat. Akurat juga mengandung arti bahwa berita
harus cermat dan tepat.
+ Karakteristik ini juga untuk membedakan antara "informasi" dan "berita". Informasi adalah segala sesuatu yang bisa
nik-
digunakan untuk mengurangi ketidakpastian dalam sicuasi tertentu. Informasi tidak mesti memerlukan syarat faktual dan
tidak harus lengkap unsur 5W+ I H. Jika kita mengerti dan membantu kita mendapackan kepastian (tidak ragu-ragu). Terlepas informasi itu faktual atau tidak. Contoh: Anda merasa tidak pasti apakah Pak Rachmat masuk kelas atau absen hari ini. Kemudian, Anda bertanya ke staf fakultas, "Pak Rachmat masuk hari ini?". Si staf menjawab, maka itu adalah infomasi bagi Anda, karena Anda mengerti maknanya dan mampu mengurang kercakpasian
Anda (mungkin Anda lebih tenang menunggu di kelas). Padahal jawabannya singkat (hanya unsur what), tidak lengkap
Contohnya seperti, "Pak Rachmat hari ini masuk kelas untuk memberikan materi kepada mahasiswa." Tetapi, setelah menunggu I jam,
Pak Rachmat tidak datang. Berarti informasi bohong. Informasi adalah makna pesan. Berita adalah informasi yang faktual, sudah benar, dan lengkap
5. Dalam buku Public Relations Writing halaman 71-72 ada 2 strategi yang dapat dilakukan:
- Win The Editor's Heart and Mind
Publisitas mcnjadi peluang bagi public relations untuk memzfaatkan media massa sebagai penycbar informasi dengan gas
Namun juga menjadi tantangan. Tantangan-tantangan itu berkziz
dengan faktor-faktor yang menentukan dimuat tidaknya iniorma
dari public relations. Seperti disampaikan di Bab 2, publisitas m
dia termasuk jenis informasi yang diluar kontrol public relatr.
Artinya, dimuat atau tidak serta jcnis isi informasi yang dim.
sepenuhnya wewenang media massa. Menurut saya ada dua lars
penentu publisitas, yaitu:
a. Faktor penulisan materi publisitas (teknik public reldty
writing)
b. Faktor kualitas hubungan media (media-relations)
- Kualitas hubungan media
Semakin baik kualitas hubungan antara public relations dan
media, maka semakin besar peluang informasi dimuat. Pada dasar-
nya sinergi antara public relations dan media bersifat simbiosis mu-
tualisme, di mana media membutuhkan bahan-bahan informasi
dari public relations dan sebaliknya public relations membutuhkan
media scbagai sarana penyebaran informasi.
Semakin baik kualitas hubungan antara public relations dan
media, maka semakin besar peluang informasi dimuat. Pada dasar-
nya sinergi antara public relations dan media bersifat simbiosis mu-
tualisme, di mana media membutuhkan bahan-bahan informasi
dari public relations dan sebaliknya public relations membutuhkan
media scbagai sarana penyebaran informasi.
Daftar Pustaka:
- Kriyantono, Rachmat. 2016. Public Relations Writing. Jakarta: Kencana
- Lattimore, dkk. 2010. Public Relations: The Profession & The Practice. New York: Mc-Graw Hill.
-Cutlip, Scott. M., Center Allen H. & Broom. Glen. M. 2011. Effective Public Relations. Jakarta: Kencana
Komentar
Posting Komentar