Hasil Analisis Berita

Nama: Luke Oswald Mataniari Manurung
NIM: 195120200111051

Kasus Corona China Naik Lagi, Ratusan Bioskop Kembali Tutup
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China memerintahkan untuk menutup kembali lebih dari 500 bioskop yang telah buka pada awal pekan ini. Penutupan itu menyusul kemunculan kasus baru warga yang positif Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-COV-2 di China.

Saat ini terdapat 53 kasus baru positif corona di China. Mereka disebut terpapar virus corona setelah berpergian ke luar negeri. Penutupan kembali bioskop bertujuan untuk mencegah meluasnya penularan virus corona. Biro film nasional China sudah menghubungi seluruh bisokop yang buka untuk kembali tutup.

Sebelumnya, sebanyak 500 bioskop di China kembali buka. Pembukaan itu dilakukan setelah tingkat penyebaran virus corona rendah dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data publikasi keuangan Caixin, sekitar 507 bioskop kembali dibuka pada Senin (23/3). Angka itu sedikit bertambah setelah 486 bioskop beroperasi sejak Jumat (20/3).

Melansir The Hollywood Reporter, keputusan pemerintah untuk kembali menutup bioskop sangat mendadak. Terlebih sehari sebelumnya 250 bioskop di kawasan Shanghai sudah mendapat izin dari pemerintah Kota untuk kembali beroperasi.

Padahal berdasarkan laporan Deadline, sebanyak 250 bioskop itu dijadwalkan buka Sabtu ini.

Berdasarkan data aplikasi penjualan tiket Maoyan, bioskop yang kembali buka terletak di lima provinsi yakni Xinjiang, Shangdong, Sichuan, serta dua provinsi yang berbatasan dengan Hong Kong, Fujian dan Guangdong.

Data yang sama menunjukkan penjualan tiket pada Jumat (20/3) kurang dari US$3 ribu atau sekitar Rp50 juta (US$1= Rp16,7 ribu). Sementara itu, tiket di bioskop-bioskop di Fujian dan Guangdong tak terjual sama sekali.

Selama buka, bioskop tersebut hanya menayangkan film-film yang sudah tayang sebelumnya dan film-film lokal terlaris. Salah satunya Sheep Without a Shepherd yang berhasil memimpin box office lokal pada Senin (23/3).

Bioskop di China dalam beberapa hari terakhir hanya menayangkan film-film yang telah tayang sebelumnya serta film-film lokal terlaris, salah satunya Sheep Without a Shepherd yang berhasil memimpin box office lokal pada Senin (23/3).

Berdasarkan data John Hopkins CSSE per Sabtu (28/3) pagi, terdapat 81.905 kasus positif corona di China. Sebanyak 74.721 dinyatakan sembuh dan sebenyak 3.296 dinyatakan meninggal. (adp/eks)



Dari berita tersebut, saya akan mencoba menganalisisnya dengan beberapa teori-teori tentang berita:
-          Unsur 5W+1H: What= Penutupan 500 lebih bioskop di China oleh pemerintah China, When= 28 Maret 2020, Who= Pemerintah China, Why= Penambahan kasus masyarakat yang terjangkit COVID-19, Where= China. Dari segi 5W+1H, berita ini sudah memaparkannya dengan lengkap.

-          Faktualitas: Faktual, karena di berita tersebut, disisipkan data-data terpercaya dan juga tidak ada opini penulis yang terpapar di berita tersebut. Dan berita ini cukup relevan karena sifatnya memberi informasi kepada khalayak umum

-          Imparsialitas: Berita disini disajikan secara netral dan apa adanya. Tidak ada terselip kalimat yang mendukung pihak pemerintah China dan lainnya. Berita ini murni hanya menyampaikan apa yang sedang terjadi dengan bioskop-bioskop yang ada di China. Dan berita disini disajikan secara komplit

-          Narasumber yang kredibel: Sumber-sumber yang dikumpulkan di berita ini bisa dikatakan kredibel. Karena telah ditulis di berita itu sendiri, seperti The Hollywood Reporter, John Hopkins CSSE, dan sumber lainnya.

-          Memiliki News Value: Berita disini cukup menarik jika dibaca oleh para pembaca. Berita ini memberikan pesan kepada para pembaca bahwa dampak dari penyakit COVID-19 ini tidak bisa dianggap sepele. Selain memakan korban, dampak yang ditimbulkan juga bisa ke berbagai macam aspek seperti aspek ekonomi, dan aspek lainnya.

-          Anything Out of Ordinary: Jika menilik dari pengertian berita ini, maka berita ini bisa dikatakan bukanlah berita yang biasa-biasa saja. Sehingga berita ini dapat dipublikasikan ke khalayak umum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME JURNAL MEDIA RELATIONS

Analisis Public Relations

JOLES (JOMBLO WOLES)